Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Metode Pengembangan Aplikasi berbasis Web

Metode Pengembangan Aplikasi mutlak dipelajari untuk mereka yang membuat / mengembangkan sebuah aplikasi
Metode Pengembangan Aplikasi

Kenapa wajib? pemilihan metode pengembangan Aplikasi yang tepat pada sebuah pengembangan aplikasi, akan memberikan hasil yang tepat pula

Baik dari segi waktu ataupun biaya pengembangan, karena kalau kita berbicara pengembangan sebuah aplikasi

Maka kita akan berbicara soal kemampuan dari aplikasi yang dibangun

Aplikasi yang dibangun wajib sustain dalam jangka panjang, baik dari sisi penggunaannya maupun pengembangan selanjutnya

Untuk memenuhi hal tersebut , sebaiknya saat sebuah Tim / Perorangan Pengembang Aplikasi memikirkan metode pengembangan apa yang tepat pada Project yang mereka jalankan

Saat membuat ataupun mengembangkan sebuah Aplikasi terdapat beberapa metode yang dapat digunakan seperti Metode Waterfall, Scrum, Agile, Extreme Programming , RAD, Spiral.

Mari kita coba bahas beberapa kelebihan dan kekurangan metode yang paling sering digunakan untuk Pembuatan / Pengembangan Aplikasi saat ini.
Sebelum lebih jauh, untuk sobat wawasanku yang ingin mempelajari kelebihan pengembangan Aplikasi berbasis web dapat dibaca di artikel ini Pengembangan Aplikasi Web,

Metode Pengembangan Aplikasi - Waterfall


Yang satu ini merupakan metode pengembangan yang paling umum digunakan.

Metode ini menitik beratkan pada pengerjaan yang sequential / berurutan satu persatu, sehingga pengembangan nya pun menjadi lebih teratur dan struktur.

Beberapa tahapan pada metode ini, antara lain :

  1. Tahap Requirement / Analisa Kebutuhan
    • Pada Tahapan ini , kita akan menganalisa seperti apa gambaran besar dari Aplikasi yang akan kita buat atau kembangkan
    • Tahap ini akan mendokumentasikan keseluruhan requirement yang diminta oleh User/Client, dokumen inilah yang akan dijadikan blueprint acuan pengembangan program yang akan berjalan
  2. Design Arsitektur Dasar , dan Struktur Framework
    • Tahap ini akan menitik beratkan pembuatan Struktur Aplikasi secara menyeluruh baik dari sisi Template Design, Framework yang digunakan, hingga struktur Database yang akan digunakan pada pembuatan atau pengembangan aplikasi
    • Arsitektur dan Struktur framework ini lah yang akan digunakan oleh Developer untuk melakukan pembuatan atau pengembangan aplikasi
  3. Tahap Development
    • Masuklah pada tahapan Development, disini pekerjaan utama seorang tim Pembuat / Pengembang aplikasi dimulai, dimana seluruh requirement yang telah didokumentasikan diimplementasikan untuk menjadi sebuah sistem menggunakan Arsitektur dan Struktur framework yang disiapkan sebelumnya
  4. Testing
    • Tahap ini dilakukan setelah Development aplikasi telah selesai, hal ini dilakukan guna mencari bug ataupun error yang mungkin dapat terjadi saat aplikasi digunakan oleh Client/User, tahap ini memastikan hasil development adalah hasil yang terbaik sebelum diserahkan kepada Client/User
  5. User Acceptance Test (UAT)
    • Peranan User/Client ada pada tahapan ini, pada tahapan UAT user akan melakukan testing Aplikasi yang telah selesai di develop.
    • Hasil dari UAT ini akan menentukan tahap selanjutnya, apabila User menganggap "Lulus" maka Aplikasi siap untuk di Deploy dan digunakan, apabila "Tidak Lulus" maka proses tahapan akan diulang dari tahapan Development --> Testing --> UAT kembali sesuai dengan temuan yang tidak meluluskan UAT tersebut
  6. Deployment / GoLive
    • Ini adalah tahap akhir dari Metode Waterfall, yaitu Deployment dan aplikasi siap digunakan oleh User/Client

Kelebihan dari metode ini adalah pengembangan nya akan lebih terstruktur dan terdokumentasi dengan sangat baik.

Kekurangan dari metodi ini yang paling mendasar adalah fleksibilitas perubahannya

Karena seluruh pengembangan dilakukan secara sequential sehingga tidak cocok untuk pengembangan aplikasi yang bussiness proses nya cepat berubah

Metode Pengembangan Aplikasi - Agile


Agile merupakan salah satu metode yang sangat cocok untuk pengembangan aplikasi yang memiliki perubahan yang cukup cepat

Menitik beratkan kepada kegunaan / fungsi dari aplikasi itu sendiri daripada dokumentasi

Sehingga metode ini sangat cocok untuk pengembangan aplikasi jangka pendek, diperhitungkan dari perubahan bisnis proses yang kemungkinan terjadi perubahannya cepat

Bisa dibilang metode ini sebagai metode yang Client Oriented karena pendekatan Client lebih penting daripada rancangan awal

Berikut beberapa kelebihan penggunaan metode ini, antara lain :

  1. Pembuatan / pengembangan aplikasi akan berjalan lebih cepat, karena pada dasarnya Metode ini digunakan untuk Development jangka pendek
  2. Perubahan bussiness proses Aplikasi dapat terus di akomodir , karena pada metode ini bersifat Client Oriented, sehingga seiring berjalan waktu apabila terdapat perubahan by Request Client akan langsung di akomodir

Berikut Kekurangan dari penggunaan metode ini, antara lain :

  1. Development kemungkinan besar tidak sesuai dengan proposal pengembangan awal, karena kemungkinan ditengah pengembangan akan banyak perubahan by Request Client
  2. Kemungkinan Developer akan sedikit kerepotan apabila dalam pengembangan bussines proses mengalami perubahan berkali kali, karena perlu melakukan perbuahan berkali kali juga

Metode Pengembangan Aplikasi - RAD (Rapid Application Development)


RAD adalah Metode pengembangan yang mengutamakan kecepatan dalam pembuatan ataupun pengembangan sebuah aplikasi dengan kualitas yang baik.

Metode ini merupakan salah satu metode yang mengoptimasi metode Waterfall dengan mengutamakan kecepatan pada pengembangannya.

Hal ini dapat tercapai karena pada metode ini pengembangan Aplikasi akan langsung berhubungan dengan user / client

sehingga pihak pengembang / Developer dapat langsung merespon permintaan ataupun perubahan yang diminta oleh client

ini dapat terjadi karena, Client dan Developer akan andil secara bersamaan pada pengembangan sehingga komunikasi antar keduanya akan lebih cepat dan baik

Beriku beberapa tahapan pada Metode RAD, antara lain :

  1. Requirement Planning
    • Pada tahapan ini, Client/User dengan Tim Pengembang Aplikasi akan melakukan meeting terkait Requirement Apps yang akan dikembangkan, alur hingga tujuan pengembangan
  2. RAD Design WorkShop
    • Tahapan ini adalah tahapan perancangan prototype aplikasi yang akan dikembangan, sehingga terdapat gambaran secara lebih baik bagaiman nanti nya aplikasi yang akan dikembangkan secara visual ataupun kegunaan
  3. Impelementasi
    • Tahapan ini merupakan tahapan dimana seluruh rancangan, requirement, hingga analisa yang telah dilakukan oleh Developer dengan Client di implementasikan, implementasi dilakukan secara langsung oleh Developer bersama dengan Client secara intens

Berikut kelebihan yang ditawarkan untuk penggunaan metode RAD ini, antara lain :

  • Waktu pengembangan relatif cepat
  • Hasil yang Client Oriented sehingga Goal dari Apps seharusnya menjadi lebih baik saat digunakan oleh Client
  • Penghematan biaya Development

Kekurangan dari penggunaan Metode ini , antara lain :

  • Pengembangan membutuhkan kemampuan Developer yang cukup memumpuni, karena kemungkinan request dari sudut pandang client diluar ekspetasi atau lumayan sulit
  • Terkesan pengembangan nya terburu - buru dan mengabaikan detail
Bila sobat wawasanku ternyata tertarik untuk mempelajari Pengembangan Aplikasi Web tetapi bingung apa saja yang harus disediakan, dapat membaca nya disini Menjadi Web Developer

Semoga penjelasan Metode Pengembangan Aplikasi pada artikel ini dapat menambah wawasan sobat wawasanku sekalian terkait Pembuatan sebuah Aplikasi.
Ains Saling berbagi wawasan itu indah

Post a Comment for "Metode Pengembangan Aplikasi berbasis Web"